Sabtu, 22 Oktober 2011

MENTAL JUARA

Sifat manusia yang utama adalah lupa. Kejadian apapun kalau manusia lupa maka dianggap finish. Sifat lupa ibarat penghapus yang menghapus suatu kejadian sehingga tidak berlanjut ke tahap berikutnya. Manusia yang sering mengeluarkan kata-kata “lupa” pasti kualitasnya rendah. Akibatnya dia tersingkir dalam pergaulan.

Namun jangan khawatir, sifat lupa bisa dikelola agar tidak mudah muncul ke permukaan. Jika Anda sudah bisa mengelola sifat lupa, maka kualitas Anda menjadi unggul dan dapat diterima dalam pergaulan atau lingkungan sosial manapun. Orang yang mudah mengatakan “lupa” pasti pemalas dan egois. Jangan bergaul dengan orang pelupa maupun orang yang sering berkata lupa.

Manusia yang bermental cahaya (mental malaikat yang selalu bersujud, rendah hati dan bersyukur) pasti tidak pernah melupakan kejadian yang bersejarah yaitu proses penciptaan manusia. Dalam hidup di dunia, jangan pernah melupakan dari mana kita berasal.

Kita semua berasal dari sperma menjijikkan yang berlomba untuk membuahi ovum dalam rahim. Setelah berhasil menjadi juara dan membuahi ovum, kita bisa lahir di dunia sebagai manusia. Sejarah itulah yang wajib diingat agar kita selalu bersyukur, tidak sombong dan bermental juara.

Manusia menjadi rendah diri dan sombong karena lupa terhadap sejarah bahwa dia dilahirkan di dunia sebagai sang juara setelah bersaing dengan milyaran sperma. Jika selalu ingat sejarah asal mula manusia dilahirkan didunia, maka manusia akan selalu rendah hati dan percaya diri.

Mental juara berarti rendah hati, percaya diri, sabar, selalu bersyukur dan pantang menyerah. Mental tersebut akan melekat pada jiwa kita jika kita selalu ingat sejarah atau proses kelahiran manusia di dunia yang diciptakan sebagai sang juara.

Semua manusia yang lahir di dunia sudah menjadi juara. Antar sang juara lalu berlomba lagi untuk menjadi juara sesuai cita-citanya. Persiapan utama untuk menghadapi perlombaan menuju cita-cita adalah:

1. Obyektif yakni menilai sesuatu secara logis disertai dengan argumentasi yang jelas
2. Tidak suka dipuji karena bisa mengakibatkan lupa diri
3. Tidak sakit hati jika dicela sebab celaan itu melatih kesabaran
4. Suka menerima kritik karena kritikan dapat mengoreksi kekurangan
5. Berlatih tiada henti agar menjadi ahli dan siap berlomba

Lima sifat tersebut jika sudah melekat pada jiwa Anda, Anda pasti seorang kesatria. Mental seorang kesatria adalah mental juara. Sang juara tujuan utamanya adalah berlomba mencapai finish yang pertama. Jika tidak mencapai finish pertama dan belum menjadi juara, dia tidak mengeluh. Dia segera mengoreksi diri secara objektif untuk mengevaluasi diri. Setelah itu dia berlatih lagi. Mental juara seorang kesatria dalam menghadapi kekalahan adalah selalu menghormati dan menghargai pesaing atau lawan yang menjadi juara. Sebaliknya jika menjadi juara, dia tidak merendahkan pihak lawan yang kalah alias tidak menjadi juara. Sang juara akan berlatih secara optimal. Apapun hasilnya baik menang atau kalah tetap bermental juara. Kemenangan dipandang sebagai dampak dari ketekunan berlatih. Hari ini tidak menjadi juara tidak masalah. Hari esok masih ada kesempatan untuk menjadi juara. Anda bisa melihat pertandingan apapun, seseorang yang bermental juara tidak peduli kalah atau menang, dia akan tetap berjabat tangan dan menghormati pihak lawan. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki mental juara kalau kalah akan marah dan bertindak anarkis. Dia akan merusak apa saja yang ada di hadapannya.

Marilah berlatih dan membudayakan mental juara. Tidak hanya pemain, penonton pun harus bermental juara. Jika tim atau pemain yang dijagokannya kalah, jangan merusak dan berbuat anarkis. Sampai saat ini masih banyak penonton yang tidak bermental juara sehingga kalau jagoannya kalah, mereka akan merusak apa saja meskipun tidak ada hubungannya dengan pertandingan. Akibatnya banyak pihak yang dirugikan. Seorang yang bermental juara siap menerima hasil apapun baik menang maupun kalah.

Mulailah dari diri sendiri untuk menanamkan mental juara agar kehidupan Anda tenang, senang, bahagia, sejahtera, sukses dan SurpluS.

Semoga bermanfaat untuk kita semua…. Amiiin…..


Syamsudin Machfudz
Motivator Surplus Institute
Pencerahan, Motivasi, Solusi

Editor : rizal
Sumber gambar : www.dokimoi.com

Selasa, 11 Maret 2008

SANG JUARA

Juara adalah milik setiap insan manusia yang terlahir kedunia, karena Lahir sebagai manusia. Tarikan napas pertama dalam ruang dunia adalah kesan sang Juara. Karena setiap anak manusia yang hadir kedunia tentunya buah dari 1 pemenang pertarungan suci dan alot dari 2 juta ovum untuk bisa mebuahi 1 sel telur, sehingga terjadilah janin anak manusia.